You've successfully subscribed to Digiasset
Great! Next, complete checkout for full access to Digiasset
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.
Success! Your billing info is updated.
Billing info update failed.

APAKAH BITCOIN AKHIRNYA TUMBANG DI 2022?

digiassetindo
digiassetindo

Harga crypto nomer 1 di dunia Bitcoin terus mengalami penurunan, walaupun begitu masih banyak yang optimis kalau harga Bitcoin akan kembali menguat dalam jangka panjang. Salah satu alasan yang mendasarinya adalah suplai Bitcoin yang semakin terbatas dan penggunaannya yang semakin terus meningkat, pada awal diluncurkannya Bitcoin sang penciptanya Satoshi Nakamoto mengatakan suplai Bitcoin cuma dibatasi sampai 21 juta saja.

Namun ada beberapa pihak yang tidak setuju akan hal itu, salah satunya adalah Eswar Prasad, profesor senior kebijakan perdagangan internasional di Cornell University AS yang baru-baru ini menyatakan bahwa Bitcoin tidak akan bertahan lama. Hal itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti harga yang sangat fluktuatif, bahkan awal tahun ini nilai dari Bitcoin mencatat mengalami penurunan sekitar 10%. Harga Bitcoin sempat turun drastis minggu lalu setelah The Fed mengumumkan hasil rapat mereka bulan Desember lalu dimana menyebutkan potensi kenaikan suku bunga yang lebih awal.

Berbeda dengan Prasad, miliarder Bitcoin Mike Novogratz mengatakan bahwa harga Bitcoin tidak akan turun lebih jauh lagi dan menyebutkan harga terendahnya masih berada dibawah posisi $40.680, hal itu disebabkan karena Bitcoin berhasil terlepas dari zona terendahnya dan melakukan rebound harga dalam kurun waktu yang singkat.

Melihat hal tersebut apakah Bitcoin akan bertahan atau tumbang di tahun ini?