Strategi Pola Double Bottom

Teknikal Analisis Aug 30, 2022

Salah satu analisa teknikal untuk mencari titik reversal suatu harga di market kripto adalah menggunakan analisa double bottom. Pola double bottom polanya menyerupai huruf “W” karena adanya dua kali menyentuh garis support untuk mengidentifikasi perubahan arah tren dari tren turun menjadi tren naik. Indikasi double bottom terjadi pada akhir trend turun. Diawali ketika harga bergerak lebih rendah, mencetak lower high dan lower low, secara terus menerus mengakibatkan arah trend menjadi menurun. Contoh pada gambar berikut disisi kiri, level resistance dalam trend turun.

Dari pergerakan harga yang menurun tersebut siap siap trader menganalisa double bottom, untuk mencari pembalikan arahnya. Dalam menganalisa trend yang cenderung akan berakhir hampir tidak mungkin kita untuk mendapatkan dua titik terendah/ garis support pada harga yang sama persis sebagai patokan pola tersebut adalah doble bottom. Selama kedua titik terendah ini berada pada harga yang sama, itu dianggap cukup untuk validasi sebuah pola. Poinnya double bottom dimulai dari tren menurun yang sudah melemah dan diikuti sebagai pola pembalikan trend naik.

Validasi berikutnya adalah sesuai ilustrasi di atas, pola double bottom telah terbentuk ketika market menembus ulang resistance  di neckline. Hal yang cukup terpenting dalam menggunakan strategi ini adalah harus tau target potensial nya di harga berapa, dengan mencari level resistance sederhana diatasnya. Berikut contoh langsung dalam market ETH 29 Agustus 2022 menggunakan timeframe 15M.

Setelah trend menurun dan membentuk double bottom sesuai analisa, anda bisa buy ( cek pada harga 21,9 juta IDR) di market ketika konfim menembus neckline, lalu memberikan target profit pertama di resistance terakhir ketika trend menurun tadi ( cek pada harga 22,4 juta IDR). Seperti halnya strategi yang lain, tidak ada srategi yang dapat works dengan tepat/ akurasi yang tepat hingga 100%. Ada kalanya kamu mungkin mengalami kerugian/ floating loss jika mengidentifikasinya secara tidak benar.

Tags